Rabu, 17 Juli 2013

Definisi Mahasiswa

1. Definisi Mahasiswa

Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi, baik di universitas, institut atau akademi. Mereka yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi dapat disebut sebagai mahasiswa. Tetapi pada dasarnya makna mahasiswa tidak sesempit itu. Terdaftar sebagai mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi hanyalah syarat administratif menjadi mahasiswa, tetapi menjadi mahasiswa mengandung pengertian yang lebih luas dari sekedar masalah administratif itu sendiri.
. Pengertian mahasiswa tidak bisa diartikan kata per kata, Mahasiswa adalah Seorang agen pembawa perubahan. Menjadi seorang yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh suatu masyarakat bangsa di berbagai belahan dunia.
2. Peran dan Fungsi Mahasiswa
Sebagai mahasiswa berbagai macam lebel pun disandang, ada beberapa macam label yang melekat pada diri mahasiswa, misalnya:
1.      Direct Of Change, mahasiswa bisa melakukan perubahan langsung karena SDMnya yg banyak
2.   Agent Of Change, mahasiswa agent perubahan,maksudnya SDM untuk melakukan perubahan
3.      Iron Stock, sumber daya manusia dari mahasiswa itu ga akan pernah habis.
4.      Moral Force, mahasiswa itu kumpulan orang yg memiliki moral yg baik.
5.      Social Control, mahasiswa itu pengontrol kehidupan sosial,cntoh mengontrol kehidupan sosial yg dilakukan masyarakat.
Namun secara garis besar, setidaknya ada 3 peran dan fungsi yang sangat penting bagi mahasiwa, yaitu :
Pertama, peranan moral
 Dunia kampus merupakan dunia di mana setiap mahasiswa dengan bebas memilih kehidupan yang mereka mau. Disinilah dituntut suatu tanggung jawab moral terhadap diri masing-masing sebagai indidu untuk dapat menjalankan kehidupan yang bertanggung jawab dan sesuai dengan moral yang hidup dalam masyarakat.


Kedua, adalah peranan sosial.
Selain tanggung jawab individu, mahasiswa juga memiliki peranan sosial, yaitu bahwa keberadaan dan segala perbuatannya tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri tetapi juga harus membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Ketiga, adalah peranan intelektual.
Mahasiswa sebagai orang yang disebut-sebut sebagai insan intelek haruslah dapat mewujudkan status tersebut dalam ranah kehidupan nyata. Dalam arti menyadari betul bahwa fungsi dasar mahasiswa adalah bergelut dengan ilmu pengetahuan dan memberikan perubahan yang lebih baik dengan intelektualitas yang ia miliki selama menjalani pendidikan.

Efektifkah Pola Belajar Mahasiswa Sekarang?
Belajar merupakan sesuatu yang harus dilakukan oleh seorang peserta didik termasuk mahasiswa. Bagi mahasiswa, belajar pada umumnya dilakukan di sebuah perguruan tinggi yang dibimbing oleh seorang dosen. Namun, belajar tidak harus dilakukan disebuah instansi atau lembaga seperti di sekolah maupun di perguruan tinggi. Belajar juga dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, contohnya belajar dapat dilakukan di rumah baik dengan maupun tanpa tugas mata kuliah yang diberikan oleh dosen. Gejala yang sering dirasakan pada mahasiswa saat ini adalah belajar di perguruan tinggi lebih merupakan kebutuhan sosial orang lain (misalnya orang tua), akibatnya, belajar dianggap sebagai suatu beban dan penderitaan. Kebanyakan mahasiswa sekarang hanya belajar apabila menjelang ujian semester atau kalau ada tugas yang diberikan dosen. Padahal, belajar yang dilakukan secara terburu-buru akibat dikejar-kejar waktu memiliki dampak yang tidak baik bagi prestasi yang akan diperoleh mahasiswa.
Prestasi belajar merupakan indikator merupakan indikator yang paling penting untuk mengukur keberhasilan proses belajar. Keberhsilan mahasiswa dalam menguasai mata pelajaran di kampus, dipengruhi oleh faktor tertentu. Faktor tersebut dibedakan menjadi duyaitu faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu faktor internal yang ikut berperan dalam keberhasilan mahasiswa dalam menguasai mata kuliah adalah pola belajar, prestasi belajar mahasiswa akan optimal apabila memahami perbadaan pola belajar yang baik dan pola belajar yang buruk. Mahasiswa yang mempunyai pola belajar yang baik, akan mendapatkan prestasi belajar yang optimal namun, sebaliknya mahasiswa yang mempunyai pola belajar yang buruk maka akan mendapat prestasi yang tidak optimal bahkan mengecewakan. Landasan utama untuk mencapai keberhasilan belajar adalah kesiapan mental. Tanpa kesiapan mental, maka tidak akan dapat bertahan terhadap berbagai kasulitan yang dihadapi selama belajar. Setiap mahasiswa hendaknya mempunyai minat yang besar terhadap semua mata kuliah yang diterima dikampus. Suka atau tidak semua mata kuliah harus ditempuh. Sikap membenci mata kuliah tidak ada manfaatnya, yang terbaik adalah mengambil sikap positif dengan berusaha menyukai semua mata kuliah yang diajarkan. Karena suka tidak suka mata kuliah tersebut harus ditempuh pada jenjang pendidikan yang mereka ikuti. Karena sikap tidak suka terhadap mata kuliah inilah yang membuat kita menjadi malas untuk balajar.
Kebiasaan balajar yang baik dan buruk dapat diukaur dari pola belajar yang dilakukan mahasiswa itu sendiri. Pola belajar yang teratur dan berkesinambungan dapat menciptakan kebiasaan belajar yang baik begitupula sebaliknya. Tetapi yang paling mempengaruhi pola belajar terhadap prestasi belajar adalah peserta mahasiswa itu sendiri. Proses belajar tidaklah selalu berhasil karena mahasiswa yang satu dengan yang lainya memiliki perbedaan, salah satunya perbedaan pola belajar. Keberhasilan pola balajar itulah yang akan menentukan keberhasilan prestasi belajar seseorang. Pola belajar yang tidak baik akan menghasilkan prestasi belajar yang buruk tetapi kalau pola belajar baik sudah dijamin akan mendapat hasil yang memuaskan.
Setiap mahasiswa memiliki pola belajar yang berbeda-beda, ada mahasiswa yang baru dapat belajar efektif di tempat yang sunyi, sementara mahasiswa lain santai saja belajar di tengah keramaian. Ada mahasiswa yang memilih belajar dengan iringan musik tenang atau dalam keheningan. Di sisi lain banyak juga mahasiswa belajar di tengah musik hingar bingar. Ada mahasiswa yang mengalami puncak belajar di pagi hari ketika baru bangun tidur dengan udara yang masih segar, sementara yang lain dapat belajar kapan saja dan di mana saja dengan efektif. Semua itu tergantung karakter masing-masing individu. Pola belajar yang salah akan menyebabkan sulit diterimanya bahan atau materi perkuliahan didalam kepala mahasiswa. Kesulitan semacam ini akan menimbulkan rasa bosan , rasa muak, atau rasa tertekan , dan kalau perasaan-perasaan ini tidak dilenyapkan dalam waktu yang cepat, maka akan menjadi rintangan yang besar, menjadi mekanisme psikis yang negatif yang akan sulit untuk menghilangkannya.
Namun, pola belajar mahasiswa sekarang dirasa kurang efektif. Hal ini dikarenakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi pola belajar mahasiswa yang tidak efektif. Faktor pertama dikarenakan mahasiswa tidak disiplin dalam belajar. Seharusnya setiap mahasiswa membuat/mempunyai jadwal belajar atau bahkan jadwal kegiatan sehari-hari agar waktu belajar dapat terpola dengan baik. Dengan adanya jadwal belajar tersebut, mahasiswa tahu kapan waktunya belajar, kapan waktunya kuliah dan sebagainya, sehingga semua kegiatan dapat terprogram. Contohnya seperti balajar tepat waktu dan serius dengan konsentrasi penuh tidak sambil main-main. Jika waktu makan, mandi,ibadah dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-ditunda lagi, lanjutkan belajar setelah kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau main game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang tetapi tidak melelahkan, jika dilakukan sebalum belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun kekesalan yang tinggi apabila kalah. Apabila kita telah membuat jadwal belajar tersebut, maka harus berusaha menjalankanya dengan baik. Tetapi pada kenyataanya masih banyak mahasiswa yang tidak bisa menerapkan jadwal belajar yang mereka buat sendiri.
Faktor kedua adalah belajar yang berlebihan, belajar berlebihan akan berdampak buruk. Biasanya kalau waktu ujian semester sudah dekat, mahasiswa yang belum siap mengikuti ujian akan belajar hingga larut malam/begadang. Inilah sebuah doktrin yang saya rasa sangat keliru “kamu harus belajar sungguh-sungguh, besok ada ujian”. Kira-kira kalimat yang sering didengar oleh mahasiswadari dosenya. Ini adalah kesalahan, sebenarnya ketika akan ujian itu digunakan untuk merehat otak sekejap, justru pas saat hari-hari biasalah kita harus sungguh-sungguh belajar. Sistem kebut semalam (SKS) sangat merusak cara berfikir kita, karena hanya akan menimbulkan tekanan bukan pengetahuan yang didapat. Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintassering dilakukan oleh mahasiswa yang belum siap adalah dengan belajar larut malam atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu, karena bgadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan. Hal itulah yang dianggap sebagai belajar berlebihan, karena seharusnya menjelang ujian mahasiswa harus menjaga kondisi tubuhnya. Pola belajar yang seperti ini tidak efektif karena begadang semalaman akan berdampak buruk bagi kesehatan dan juga materi yang akan dipelajari akan sulit untuk masuk.
Oleh karena itu perlu adanya pola belajar yang baik bagi mahasiswa agar belajarnya dapat efektif dan hasil prestasi belajar juga memuaskan. Untuk menciptakan pola belajar yang baik dan efektif.
Pertama, belajarlah karena kesungguhan untuk berubah, jangan belajar hanya berlandaskan mood saja. Iya, kalau pas nice mood, kalau lagi pas bad mood kita jadikan alasan untuk kita tidak belajar. Kalau belajar seperti ini dijamin ilmu yang dipelajari akan sama halnya dengan air yang menetes di lapangan yang panas, sangat mudah menguap. Jadi jangan pernah belajar belajar berdasarkan mood kalau ingin hasil yang memuaskan.
Kedua belajarlah ditempat yang nyaman dan dapat menenangkan pikiran kita sewaktu belajar. Dengan keadaan yang nyaman kita akan lebih mudah dalam memahami materi yang pelajari. Misalnya dengan mencari tempat-tempat yang sunyi seperti suasana perpustakaan. Tetapi pola belajar ini tidak bisa diterapkan kepada semua orang, karena mungkin ada yang tidak bisa balajar ketika suasana sepi. Misalnya saja dengan belajar sambil mendengarkan musik.
 Ketiga belajarlah dengan cara berdiskusi dengan teman, karena dengan berdiskusi kita dapat saling bertukar pikiran, dan janganlah ragu untuk bertanya sesuatu yang kurang dipahami. Dengan berdiskusi juga dapat saling mengoreksi apakah cara belajar kita sudah baik atau belum. Yang
 Keempat jangan berusaha menghafal materi-materi yang ingin kita pelajari tetapi cobalah untuk memahami apa isi atau maksud dari materi tersebut. Metode menghafal mungkin bisa saja menyukseskan kita dalam mencari “nilai yang baik”, namun apakah pengetahuan kita bertambah dengan hanya menghafal. Pahamilah materi dengan mempelajari konsep-konsepnya, bagai mana hal itu bisa terjadi, mengapa, apa selanjutnya, begitulah cara berfikir yang harus dikembangkan, meskipun memakan waktu yang cukup lama. Sehingga kita akan tau betapa indahnya ilmu pengetahuan itu. Dalam film 3 idiot ada sebuah pernyataan yang sangat mengena “dengan menghafal kamu bisa menghemat waktu selama 4 tahun di universitas, namun kau telah menghancurkan 40 tahun hidupmu kedepan”. Karena dengan kita faham atau mengerti materi yang kita sudah pelajari secara otomatis akan tersimpan dalam otak kita tanpa harus menghafalnya.
Selain mempunyai pola belajar yang baik harus juga diiringi dengan do’a agar kita dapat mencapai hasil yang maksimal. Karena kecerdasan seseorang 75 % dari kesungguhan doanya, 25 % dari belajar. Intinya do’a sangat penting. Tapi ingat, tidak akan mencapai 100% tanpa adanya 25% tersebut. Dengan mempunyai pola belajar yang baik itulah yang membuat diri kita menjadi cerdas.
                                                                              



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar